Indonesia
memasuki milenium baru dengan kekhawatiran krisis energi. Terjadinya
pemadaman listrik secara bergilir, kekurangan pasokan listrik di
beberapa daerah dan kekeringan yang mengakibatkan surutnya air di
waduk/danau adalah bukti kongkrit akan adanya ancaman yang lebih besar
di masa depan. Sementara itu kebutuhan akan listrik semakin meningkat
dari tahun ke tahun.
Rabu, 21 Juli 2004
Senin, 21 Juni 2004
Pemilu Presiden dan Pentingnya Perubahan Paradigma Ekonomi
Oleh Erwin FS
Hampir sepanjang paruh pertama 2004 ini rakyat Indonesia tengah menunggu siapa pemimpin mereka untuk masa lima tahun mendatang. Pemilu kali ini memang berbeda dengan pemilu sebelumnya karena rakyat memilih anggota legislatif, anggota DPD dan presiden (serta wakil presiden). Pemilu 2004 ini telah merubah peta kekuatan politik nasional dari hasil pemilihan anggota legislatif. Sebagian pengamat menyatakan bahwa rakyat semakin rasional dan cerdas dalam memilih wakilnya.
Rabu, 21 Januari 2004
Jangan Lupakan Pembangunan Manusia
Oleh Erwin FS
Secara tiba-tiba pemerintah Amerika Serikat membatalkan pemberian bantuan
sebesar US$ 34 juta untuk masalah kependudukan dan pembangunan
kepada United Nations Fund Population (UNFPA). Penundaan bantuan ini berimbas
kepada Indonesia karena Indonesia adalah salah satu dari 141 negara yang
mendapat bantuan dari UNFPA. Dalam skala dunia, penundaan bantuan ini berarti
terhalangnya pencegahan 2 juta kehamilan yang tak diinginkan, 4.700 kematian
ibu dan 77.000 kematian bayi dan anak.
Jumat, 02 Januari 2004
Mampukah Indonesia Keluar dari Program Kerjasama IMF?
Oleh Erwin FS
Salah
satu keputusan penting yang dihasilkan dari penyelenggaraan Sidang
Tahunan MPR RI 2002 lalu adalah Ketetapan MPR yang mengamanatkan kepada
pemerintah untuk keluar dari program IMF pada akhir 2003. Keberadaan IMF
semenjak 31 Oktober 1997 hingga kini dirasakan belum memberikan
pengaruh signifikan kepada pemulihan ekonomi Indonesia.
Senin, 29 Desember 2003
Meningkatkan Fungsi Intermediasi Bank Syariah
Oleh Erwin FS
Bank syariah lambat laun makin dikenal masyarakat, baik karena bertambahnya bank syariah, unit layanan syariah, pembukaan kantor cabang baru maupun berita di berbagai media yang menyorot kinerja bank syariah. Bertambahnya aset bank syariah juga merupakan salah satu bukti bahwa semakin banyak masyarakat yang mengenal dan sekaligus menjadi nasabah bank syariah.
Senin, 01 Desember 2003
RAPBN 2004 dan Perbaikan Nasib Nelayan
Oleh Erwin FS
RAPBN 2004 yang telah diumumkan pemerintah pada 15 Agustus 2004 lalu mengundang berbagai tanggapan dari berbagai pihak. Sebagian menyatakan bahwa RAPBN 2004 realistis namun tidak mencerahkan. Pendapat ini didukung data bahwa terdapat porsi pembayaran cicilan bunga hutang yang cukup besar sejumlah 68,5 triliun rupiah. Jika setengahnya saja dipakai untuk membiayai sektor pendidikan, kesehatan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), tentu akan berpengaruh signifikan terhadap pemulihan ekonomi dan peningkatan kualitas manusia Indonesia. Sementara itu, subsidi juga mengalami penurunan dibanding APBN 2003, yaitu dari 25,5 triliun menjadi 23,3 triliun.
RAPBN 2004 yang telah diumumkan pemerintah pada 15 Agustus 2004 lalu mengundang berbagai tanggapan dari berbagai pihak. Sebagian menyatakan bahwa RAPBN 2004 realistis namun tidak mencerahkan. Pendapat ini didukung data bahwa terdapat porsi pembayaran cicilan bunga hutang yang cukup besar sejumlah 68,5 triliun rupiah. Jika setengahnya saja dipakai untuk membiayai sektor pendidikan, kesehatan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), tentu akan berpengaruh signifikan terhadap pemulihan ekonomi dan peningkatan kualitas manusia Indonesia. Sementara itu, subsidi juga mengalami penurunan dibanding APBN 2003, yaitu dari 25,5 triliun menjadi 23,3 triliun.
Jumat, 07 November 2003
Reposisi Pemuda dalam Wacana Kebangsaan dan Survivalitas Ekonomi
Oleh Erwin FS
Mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa sumpah pemuda memungkinkan dicetuskan oleh pemuda setelah dibentuknya Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI sendiri terbentuk dari hasil rapat nasional Partai Sarekat Islam Indonesia di Kediri pada 27-30 September 1928. Peran ulama pada masa pergerakan nasional (1900-1942) memang sangat menentukan, karena tanpa penerimaan dari ulama, rakyat tidak akan mudah menerima hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas perjuangan (lihat A Mansur Suryanegara, 1995).
Mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa sumpah pemuda memungkinkan dicetuskan oleh pemuda setelah dibentuknya Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI sendiri terbentuk dari hasil rapat nasional Partai Sarekat Islam Indonesia di Kediri pada 27-30 September 1928. Peran ulama pada masa pergerakan nasional (1900-1942) memang sangat menentukan, karena tanpa penerimaan dari ulama, rakyat tidak akan mudah menerima hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas perjuangan (lihat A Mansur Suryanegara, 1995).
Langganan:
Postingan (Atom)
Recent Post
Dilema Inklusi Keuangan di Indonesia
Oleh Erwin FS Bank Dunia merilis data terkait inklusi keuangan (Kompas, 17/4/2015), pada rentang 2011-2014 700 juta orang di dunia men...
Popular Post
-
Oleh Erwin FS Abstrak Perkembangan bank syariah termasuk cukup pesat, terutama setelah tahun 1998, namun dilihat dari segi aset masih...
-
Oleh Erwin FS Dalam Muqadimah Ibnu Khaldun, diceritakan bahwa sahabat berujar “Rasulullah merelakan Abu Bakar mengurusi urusan agama, ...
-
Oleh Erwin FS Jika ada manusia di dunia ini yang mengaku sebagai Tuhan, maka salah satunya adalah Firaun. “Dia (Firaun) berkata, “...