Kamis, 10 Februari 2005

Transformasi Ekonomi dalam Transisi Demokrasi Indonesia


Oleh Erwin FS

Setiap perubahan yang terjadi di suatu Negara selalu mengeluarkan biaya (cost) yang cukup besar. Perubahan yang terjadi di Indonesia pad dasawarsa 90an adalah salah satu faktanya. Krisis moneter yang menjadi pemicu dalam perubahan besar di Indonesia telah merubah kehidupan masyarakat. Tiga tahun terakhir sebelum krisis moneter, ekonomi Indonesia mengalami prestasi seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi, peningkatan daya saing, pengurangan jumlah penduduk miskin serta peningkatan pendapatan perkapita. Hal ini terjadi di tengah pemerintahan orde baru yang otoriter. Namun setelah krisis moneter, ekonomi Indonesia mengalami perubahan drastis dan borok-borok ekonomi lambat laun muncul ke permukaan sehingga diketahui oleh publik.

Kamis, 20 Januari 2005

Kebijakan Fiskal 100 Hari Pertama


Oleh Erwin FS

Terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilu presiden yang memakan waktu cukup lama telah melahirkan begitu banyak harapan dari berbagai lapisan masyarakat. Masyarakat lapisan bawah umumnya mengharapkan adanya perbaikan kondisi sehingga masalah ekonomi mereka bisa lebih baik dari sebelumnya. Sementara bagi masyarakat yang berpendidikan lebih tinggi, mereka mengharapkan adanya penegakan hukum yang akan berimplikasi ke berbagai sektor sehingga kondisi negara akan lebih baik. 

Sabtu, 01 Januari 2005

Wakaf Tunai dan Kebijakan Fiskal Karitatif

Oleh Erwin FS

Indonesia akhirnya memiliki UU Wakaf. Sebuah UU baru yang memungkinkan meluasnya instrumen wakaf untuk menarik dana masyarakat. Jika selama ini wakaf identik dengan tanah dan bangunan, maka pada UU ini dimungkinkan adanya wakaf tunai. Bagi masyarakat kebanyakan, mungkin hal ini kabar yang biasa saja karena mereka tidak merasakan adanya pengaruh terhadap kehidupan mereka. Namun bagi para praktisi, pemerhati dan pencinta ekonomi syariah, UU Wakaf ini semakin melengkapi payung hukum instrumen ekonomi syariah yang ada di tanah air yang berarti cakupan dari sekian banyaknya instrumen diharapkan akan semakin memberikan nilai tambah yang signifikan bagi ekonomi masyarakat.  

Rabu, 01 Desember 2004

Pusat Pertumbuhan Usaha Mikro

Oleh Erwin FS

Krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi telah menjungkirbalikkan perekonomian rakyat Indonesia hingga ke lembah kesengsaraan yang tidak terduga sebelumnya. PHK massal menjadi pemandangan biasa yang merupakan imbas dari krisis tersebut. Sektor informal kemudian menjadi pilihan bagi sebagian rakyat yang terkena PHK. Sebagian pelaku usaha pun mengalami penyesuaian akibat depresiasi dan inflasi yang menurunkan nilai tukar para pelaku usaha.

Senin, 01 November 2004

Bank Syariah dan Bunga Kredit

Oleh Erwin FS

Pada tahun 2004 ini, bank syariah semakin menunjukkan peranannya sebagai lembaga intermediasi yang mampu menyalurkan pembiayaan jauh lebih tinggi secara prosentase dibandingkan dengan bank konvensional.
Kondisi ekonomi  yang ada pun memberi angin bagi bank syariah untuk berkembang.  Hal ini diperlihatkan dengan bertambahnya bank konvensional yang membuka divisi atau unit usaha syariah. Pertambahan ini didukung dengan meningkatnya dana simpanan, pembiayaan dan juga finance to deposit ratio (FDR, rasio pembiayaan terhadap dana simpanan).  

Rabu, 21 Juli 2004

Menimbang Obligasi Syariah untuk Sektor Ketenagalistrikan

Oleh Erwin FS

Indonesia memasuki milenium baru dengan kekhawatiran krisis energi. Terjadinya pemadaman listrik secara bergilir, kekurangan pasokan listrik di beberapa daerah dan kekeringan yang mengakibatkan surutnya air di waduk/danau adalah bukti kongkrit akan adanya ancaman yang lebih besar di masa depan. Sementara itu kebutuhan akan listrik semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Senin, 21 Juni 2004

Pemilu Presiden dan Pentingnya Perubahan Paradigma Ekonomi

Oleh Erwin FS


Hampir sepanjang paruh pertama 2004 ini rakyat Indonesia tengah menunggu siapa pemimpin mereka untuk masa lima tahun mendatang. Pemilu kali ini memang berbeda dengan pemilu sebelumnya karena rakyat memilih anggota legislatif, anggota DPD dan presiden (serta wakil presiden). Pemilu 2004 ini telah merubah peta kekuatan politik nasional dari hasil pemilihan anggota legislatif. Sebagian pengamat menyatakan bahwa rakyat semakin rasional dan cerdas dalam memilih wakilnya. 

Recent Post

Dilema Inklusi Keuangan di Indonesia

Oleh Erwin FS Bank Dunia merilis data terkait inklusi keuangan (Kompas, 17/4/2015), pada rentang 2011-2014 700 juta orang di dunia men...

Popular Post