Mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa sumpah pemuda memungkinkan dicetuskan oleh pemuda setelah dibentuknya Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI sendiri terbentuk dari hasil rapat nasional Partai Sarekat Islam Indonesia di Kediri pada 27-30 September 1928. Peran ulama pada masa pergerakan nasional (1900-1942) memang sangat menentukan, karena tanpa penerimaan dari ulama, rakyat tidak akan mudah menerima hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas perjuangan (lihat A Mansur Suryanegara, 1995).
Jumat, 07 November 2003
Reposisi Pemuda dalam Wacana Kebangsaan dan Survivalitas Ekonomi
Oleh Erwin FS
Mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa sumpah pemuda memungkinkan dicetuskan oleh pemuda setelah dibentuknya Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI sendiri terbentuk dari hasil rapat nasional Partai Sarekat Islam Indonesia di Kediri pada 27-30 September 1928. Peran ulama pada masa pergerakan nasional (1900-1942) memang sangat menentukan, karena tanpa penerimaan dari ulama, rakyat tidak akan mudah menerima hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas perjuangan (lihat A Mansur Suryanegara, 1995).
Mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa sumpah pemuda memungkinkan dicetuskan oleh pemuda setelah dibentuknya Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI sendiri terbentuk dari hasil rapat nasional Partai Sarekat Islam Indonesia di Kediri pada 27-30 September 1928. Peran ulama pada masa pergerakan nasional (1900-1942) memang sangat menentukan, karena tanpa penerimaan dari ulama, rakyat tidak akan mudah menerima hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas perjuangan (lihat A Mansur Suryanegara, 1995).
Rabu, 29 Oktober 2003
Demokrasi Berbasis Korupsi
Oleh Erwin FS
Amartya Sen, peraih nobel bidang ekonomi 1998, dalam bukunya yang berjudul Beyond The Crisis: Development Strategies in Asia (terjemahan Indonesia diterbitkan oleh Mizan, 2000) menyatakan bahwa peran instrumental demokrasi (pemilihan umum, politik multipartai, media yang bebas dan lain-lain) dalam memastikan bahwa pemerintahan benar-benar menanggapi kebutuhan dan kesulitan rakyatnya memiliki signifikansi praktis yang besar.
Senin, 20 Oktober 2003
Peran Lembaga Ekonomi Syariah Membantu TKI
Oleh Erwin FS
Indonesia pada saat ini mengalami lonjakan
pengangguran yang luar biasa. Hal ini lantaran belum membaiknya iklim
investasi. Investasi terbukti bisa menyerap pengangguran di Indonesia yang jumlahnya begitu banyak. Ikim
investasi yang belum mengalami perbaikan ini lantaran berlarut-larutnya krisis
ekonomi yang belum memberi tanda positif secara signifikan.
Selasa, 26 Agustus 2003
Enam Tahun Krisis Ekonomi: Catatan untuk Partai Islam
Oleh Erwin FS
Enam
tahun yang lalu, tepatnya 14 Agustus 1997, Indonesia memasuki sejarah baru penerapan sistem
nilai tukarnya. Sistem mengambang terkendali (managed floating system)
yang sebelumnya mampu menjaga kestabilan ekonomi Indonesia tidak mampu menghadapi badai spekulasi
dan efek domino dari negara tetangga. Akhirnya sistem nilai tukar mengambang
bebas (floating system) pun menggantikannya. Sistem mengambang bebas
merupakan sistem yang paling liberal karena nilai tukar suatu mata uang
ditentukan dari penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar uang.
Penerapannya di Indonesia justru terjadi di masa krisis ekonomi.
Senin, 18 Agustus 2003
Menanti Inovasi Bank Syariah di Sektor Pendidikan
Oleh Erwin FS
Tahun
ajaran baru adalah masa kembali ke sekolah setelah sebelumnya para siswa
menikmati liburan panjang. Tahun ajaran baru juga merupakan harapan baru bagi
mereka yang baru saja memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Para orang tua pun senang karena anak-anak
mereka kini berada di jenjang yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kegembiraan
orang tua akan pendidikan yang dicapai anaknya tidak dapat dibandingkan dengan
faktor materi.
Senin, 14 Juli 2003
Sosialisasi UU Zakat
Oleh Erwin FS
Beberapa
waktu lalu digelar sebuah perhelatan besar yang membicarakan mengenai zakat.
Perhelatan itu bernama Mukernas ke-3 Forum Zakat yang diselenggarakan di Balikpapan. Tema dari acara tersebut adalah
mengenai amandemen UU No. 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat.
Senin, 23 Juni 2003
Menatap Bank Syariah Pasca Pelepasan Penjaminan Pemerintah
Oleh Erwin FS
Tahun 2002 lalu perkembangan perbankan syariah
melaju pesat. Sementara perbankan konvensional setidaknya juga mulai mengalami
pencerahan di tahun yang sama. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan laba
bersih perbankan konvensional semenjak 2000 hingga 2002 berturut-turut adalah
Rp 6,92, 9,26 dan 14,5 triliun. Namun demikian perbankan konvensional masih
sangat berhati-hati dalam menyalurkan kreditnya. Sampai dengan kuartal pertama
2003, penyaluran kredit perbankan konvensional baru mencapai 49% dari jumlah pengumpulan
dana pihak ketiga. Penempatan dana pada SBI juga mengalami peningkatan dari Rp
76,9 triliun pada Desember 2002 menjadi Rp 108,8 triliun pada Februari 2003.
Langganan:
Postingan (Atom)
Recent Post
Dilema Inklusi Keuangan di Indonesia
Oleh Erwin FS Bank Dunia merilis data terkait inklusi keuangan (Kompas, 17/4/2015), pada rentang 2011-2014 700 juta orang di dunia men...
Popular Post
-
Oleh Erwin FS Abstrak Perkembangan bank syariah termasuk cukup pesat, terutama setelah tahun 1998, namun dilihat dari segi aset masih...
-
Oleh Erwin FS Dalam Muqadimah Ibnu Khaldun, diceritakan bahwa sahabat berujar “Rasulullah merelakan Abu Bakar mengurusi urusan agama, ...
-
Oleh Erwin FS Jika ada manusia di dunia ini yang mengaku sebagai Tuhan, maka salah satunya adalah Firaun. “Dia (Firaun) berkata, “...